Postingan

Harapan Untuk Indonesia

Gambar
Harapan Untuk Indonesia Hatiku bangga akan tanah air Indonesia Asa dan cinta bergemuruh dalam dada Raga terukir nama Negara  Agar tertanam iman  dalam  jiwa Pada Mu Robby aku meminta  Agar Negri ini tetap sejahtera  Nusantara bak surga Dunia Untuk mu Indonesia doa tiada henti  Nestapa semoga tak lagi kembali  Tiada hari tanpa syukur kehadirat illahi Untaian permohonan melangit tinggi  Kemakmuran, kedamaian naungi negri ini Indah tanah Nusantara Nampak hamparan padi menguning harapan kita  Damai, penuh kerukunan, pendidikan merata  Oliharki tak lagi berkuasa  Nestapa lebur tak  berlama lama Euporia gegap gempita menyambut bahagia  Seluruh masyarakat tua muda bersama  Indonesia negri tercinta sejahtera dan berjaya  Allah kabulkan lah harapan kami untuk negri ini.  Pantun Harapan untuk Indonesia Hari Kamis tanggal sebelas,  Menulis tantangan  penuh kreasi, Hari yang manis janganlah malas,  Isi...

Memaknai arti kemerdekaan

Gambar
Memaknai kemerdekaan.  Sumber gambar ni news lagu 'Hari Merdeka' ciptaan H Mutahar: Tujuh belas Agustus tahun empat lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka Sekali merdeka tetap merdeka Selama hayat masih dikandung badan Kita tetap setia tetap sedia Mempertahankan Indonesia Kita tetap setia tetap sedia Membela negara kita. Lagu  hari kemerdekaan 17 Agustus ini sudah sangat mendarah daging dalam tiap jiwa-jiwa bangsa Indonesia. Sebuah lagu yang sederhan namun mengisyaratkan tafsir tersirat yang panjang, gambaran perjuangan para pahlawan.  Selalu dengan hati haru biru yang membuncah dada tiap kita menyanyikannya pada tanggal 17 Agustus.  Dengan gegap gempita seluarh rakyat Sabang sampai Merauke tumpah ruah merayakan dengan gembira seolah-olah kita dengan bangga mengusung dada " ini lah kami andil dalam menghargai  dan memaknai kemerdekaan.  77 usia kemerdekaan Indonesia, usia yang cukup dewasa bagi ...

Merdeka Bangsaku, Merdeka Guruku!

Gambar
  Tema Kamis menulis edisi Minggu ke 1,   4 Agustus 2022 Merdeka Bangsaku, Merdeka Guruku!. Hemmm... Belum terbayang untaian kalimat tercipta sebuah artikel panjang, untuk tema di atas "  Berbicara tentang guru, telah lama jabatan ini saya tinggalkan, sejak 2019, praktis saya tinggalkan dunia mengajar, beralih ke dunia pegiat lingkungan dan  Dunia menulis. Merdeka bangsaku  ? Apa iya ?  Pertanyaan di atas bukan tanpa sebab,  Merdeka Bangsaku. Saya melihat dan merasakan banyak ketidak merdekaan terkhusu yang saya soroti adalah Dunia lingkungan, kerusakan alam, eksploitasi sumber daya alam yang dikuasai,  diprivatisasi oleh korporasi, oligarki. Duh belibet lidah dan jari, hampir tiap hari terjadi peramsalahan, aksi demonstrasi didepan istana merdeka yang menuntut tentang SDA, yang jarang tersorot media.  tapi oke ini tidak saya bahas di tema ini karena tidak nyambung dengan tema..  Merdeka perspektif pendidikan. Merdeka Bangsaku Merde...

No Body perfect

Gambar
  Tidak ada yang sempurna di Dunia ini. Judul di atas mungkin kurang tepat, tapi saya tidak punya judul yang mewakili apa yang ingin saya tuliskan, sebuah perenungan yang semoga saja memberi manfaat untuk saya dan pembaca.  Renungan ini tercetus ketika suatu hari saya sedang membuka lembar-lembar masa lalu, peristiwa dan pengalaman yang kurang mengenakkan. Salah satunya adalah peristiwa ketika saya kehilangan handphone sebanyak 4 kali tepatnya di Jakarta.  Saya memahami secara sadar ini disebabkan keteldoran saya. Pertama saat saya naik kereta dari St Tanah Abang menuju Pasar Minggu, saat itu suasana penuh sesak dan tledornya saya menyimpan hp dalam kantong blazer yang saya kenakan. Yah begitu turun dari kreta, hp dikantong telah tiada.  Peristiwa ke 2, saat saya Melaksanakan solat di musola lagi-lagi Stasiun Tanah Abang, saat itu saya baru selesai menerima panggilan telfon, dan hendak solat, segera hp saya masukkan tas. Nah teledornya tas saya simpan di samping diba...

Pantun Bale dari Arofiah Afifi

Gambar
  Kain katun berhias permata,  Jadikan kebaya jahitan sendiri, Mari berpantun merangkai kata,  Lestari budaya jayalah negeri. Pantun bale ( Pantai Tulisan Sobat Lagerunal ).Edisi 02, Agustus 2022. Awal masuk Grop komunitas Lagerunal, ( Cakrawala Blogger Guru Nasional),  tulisan pertama yang saya baca adalah Pantun bale. Sebuah artikel panjang yang cukup menarik, tapi saya cari-cari dari pembukaan hingga penutup, ternyata tidak sebait pantun pun ada. Kok saya jadi bingung ya ? Katanya pantun bale, kok ga ada pantun nya ternyata hahay 😁😂. Usut punya usut, rupanya pantun bale adalah pantau tulisan dan memberikan komentar agak panjang yang dibuat dalam bentuk blog.  Tulisan saya beberapa kali mendapatkan komentar, seneng dong ya ada yang kasih komentar hehe. Nah. Pada kesempatan pantun bale Minggu ini, saya mencoba untuk memberanikan diri  menanggapi atau memberikan apresiasi dari tulisan kawan-kawan dan ibu bapak Literasi Lagerunal. Akan tetapi cukup beberap...

Sejarah Penetapan Nama Bulan Hijriyah dan hikmahnya dalam konteks ber Islam

Gambar
Sejarah Nama Bulan Hijriyah dan hikmahnya dalam konteks ber Islam  Allah telah mewahyukan bahwa dalam 1 tahun terdapat 12 bulan. namun tidak untuk  nama bulan. Dalam kitabnya Fathul-Baari (7/268), Imam Ibnu  Hajar al-Asqalani menyebutkan, bahwa perlu diketahui bahwa nama-nama bulan dalam  penanggalan hijriyah itu bukan lahir dari wahyu yang dibawa nabi Muhammad, tapi b angsa Arab sejak zaman jahiliyah pun sudah memakai nama-nama itu; seperti Sya’ban,  Ramadhan, Syawal dan yang lainnya.  Pena maan 12 bulan ini sudah ada, jauh sebelum kedatangan islam. penamaan ke 12 bulan ini menyesuaikan peristiwa dan keadaan yang terjadi saat itu. Dan  12  penamaan bulan yang telah dikukuhkan  oleh para pendahulu Jazirah Arab ini, masih tetap digunakan dan dinisbatkan sebagai nama bulan dalam kalender Hijriyah. Kenapa demikian ? Karena ada korelasi, relevansi hikmah pemaknaan nama bulan, sejarah  dan  konteks berIslam ( berhijrah ).  Kita seba...

Korban Jiwa Tabrakan Kereta -vs Odong-odong Bertambah

  Kecelakaan yang  terjadi di perlintasan rel kereta api Kampung Silebu, Kragilan, Kabupaten Serang, Banten pada Selasa 26 Juli 2022 lalu, kereta api menabrak satu unit odong-odong yang mengangkut sekitar 20  dan menewaskan 9 orang yang terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak.  Akibat kejadian tersebut mengakibatkan 26 orang korban yaitu MD 9 Orang (3 Orang Anak Anak, 6 Orang Dewasa). Ternyata bertambah 1 korban menajdi 10 Orang.  Putri Keyla Septiana (3th), menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (29/7) usai kritis dan dirawat di RS Hermina Ciruas. Tetangga mendiang, Muhammad Furqon, menyampaikan kabar tersebut melalui media sosialnya instagramnya,  “Anak kecil umur 3 tahun yang keritis di RS Hermina telah berpulang ke Rahmatullah malam ini. Semoga husnul khotimah,” tulis Furqon. Saat dikonfirmasi, Furqon membenarkan hal tersebut. Menurutnya, mendiang Keyla menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.30 WIB. Duka mendalam akibat tragedi tabrakan Od...