Cerpen Penggemar Misterius

Ting! Sebuah pesan dengan nomor tidak dikenal masuk. [Hai Vio sayang, boleh minta tanda tangan ngga? Kalau ngga, tanda kaki juga boleh] Aku memilih mengabaikannya. Bukan apa-apa, aku malas jika harus meladeni pesan dari orang yang tidak dikenal. Ting! Pesan susulan kembali masuk dari nomor yang sama. [Sudah makan? Sudah sholat? Jangan lupa makan meskipun banyak aktifitas ya?] 'Siapa ini?' batinku. Aku hendak membalas pesan itu untuk memastikan siapa pengirimnya, namun kuurungkan. 'Paling anak alay yang lagi modus.' Ting! Nomor tanpa nama itu lagi! Cukup sudah, aku penasaran sekarang. [Hei sayang, cape ya? Ke kantin Mbak Entin ya, udah aku pesenin makan siang dan jus jambu kesukaanmu] Tanpa pikir panjang aku segera menuju ke kantin yang terletak di belakang kampus tempat biasa aku makan bersama dengan Sisil, sahabatku yang baik hati. *** Tiba di kantin aku kembali dikagetkan dengan kedatangan Mbak Entin dengan nampan yang penuh makanan. "Nih Vio buat kamu," u...